Senin, 27 Mei 2013

TULISAN SOFTSKILL PEREKONOMIAN INDONESIA

                                                                
TULISAN SOFTSKILL PEREKONOMIAN  INDONESIA

Nama : Mutiara Hikmah Hardiyanti
NPM : 25212186
Kelas : 1EB17


Perusahaan Multinasional

Pengertian

Perusahaan multinasional (MNC) adalah sebuah perusahaan internasional atau transnasional yang berkantor pusat di satu negara tetapi kantor cabang di berbagai negara maju dan berkembang. Sebuah perusahaan akan menjadi perusahaan multinasional berdasarkan keuntungan untuk mendirikan produksi dan kegiatan lainnya di lokasi asing. Perusahaan mengglobalisasikan kegiatan mereka baik untuk memasok pasar dalam negeri-negara mereka, dan untuk melayani pasar luar negeri secara langsung. Menjaga kegiatan asing dalam struktur perusahaan memungkinkan perusahaan menghindari biaya yang melekat oleh perantara, dengan entitas yang terpisah sambil memanfaatkan pengetahuan perusahaan mereka sendiri.

Karakter perusahaan multinasional antara lain :
•         Membentuk afiliasi diluar negri
•         Visi dan strategi yang dimiliki perusahaan bersifat global (mendunia)
•         Lebih cenderung memilih kegiatan bisnis tertentu, umumnya manufaktur
•         Menempatkan afiliasi di negara-negara maju

Kehadiran anak perusahaan multinasional bagi negara tuan rumah memberikan banyak keuntungan seperti pengenaan terhadap pajak yang relatif banyakn jumlahnya. Keuntungan tersebut antara lain : meningkatnya jumlah lapangan pekerjaan bagi SDM yang ada, ekspansi modal, diperkenalkannya jenis industri khusus, dan pengembangan sumber daya lokal.

Dalam anak perusahaan multinasional yang berada di luar negri, terdapat 3 jenis tenaga kerja, yakni ekspatriat, tenaga lokal, dan warga negara ketiga.
Tenaga lokal umumnya  sangat dibutuhkan oleh perusahaan multinasional karena biaya tenaga kerja umumnya lebih rendah. Selain itu pula dapat meningkatkan penerimaan masyarakat lokal terhadap perusahaan, adanya pengakuan perusahaan sebagai perusahaan yang sah dalam perekonomian lokal, serta secara efektif  mencerminkan pertimbangan dan kendala lokal dalam proses pembuatan keputusan.


Bekerja di Perusahaan Multinasional

Terbukanya kesempatan kerja diperusahaan multinasional bagi penduduk lokal biasanya disambut baik oleh warga yang berada disekitar perusahaan tersebut. Karena dengan bekerja di perusahaan multinasional akan mendapatakan keuntungan yang lebih dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan lainnya.
Keuntungan tersebut diantaranya :
1.      jaringan kerja perusahaan lebih luas
perusahaan multinasional mempunyai jaringan yang luas dan tidak terbatas pada satu negara saja. Dengan begitu, kesempatan untuk dikirim keluar negri , baik sebagai peserta latihan maupun in struktur pelatihan lebihg terbuka lebar.

2.      Pendapatan lebih tinggi
Hal ini merupakan faktor utama banyak orang memilih perusahaan multinasional. Perusahaan multinasional menawarkan gaji lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan swasta atau nasional. Gaji yang tinggi juga diimbangi dengan keinginan mereka untuk mendapatkan kinerja yang terbaik. Selain itu perusahaan multinasional menawarkan beberapa fasilitas yang lebih.

3.      Deskripsi pekerjaan lebih jelas
Deskripsi pekerjaan yang diberikan perusahaan multinasional lebih jelas (tidak tumpang tindih) sehingga kita merasa nyaman dalam melaksanakan pekerjaan kita.

Contoh-contoh perusahaan multinasional antara lain : Contohnya termasuk General Motors, Coca-Cola, Firestone, Philips, Volkswagen, British Petroleum, Exxon, dan ITT



Kesimpulan

Multinational Corporate bukan sebuah agresi pada wirausahawan karena sebuah perusahaan internasional atau transnasional yang berkantor pusat di satu negara tetapi kantor cabang di berbagai negara maju dan berkembang. Sebuah perusahaan akan menjadi perusahaan multinasional berdasarkan keuntungan untuk mendirikan produksi dan kegiatan lainnya di lokasi asing. Perusahaan mengglobalisasikan kegiatan mereka baik untuk memasok pasar dalam negeri-negara mereka, dan untuk melayani pasar luar negeri secara langsung.

Sumber: 






Wajah Perekonomian Indonesia 


Kekuatan

Pemulihan ekonomi Indonesia setelah lepas dari krisis ekonomi tahun 2007, ekonomi Indonesia sudah mulai bergerak mengarah kemajuan. Kemajuan tersebut terlihat kinerja makro ekonomi Indonesia 2007 seperti pertumbuhan ekonomi, neraca pembayaran dan cadangan devisa. Perbaikan kinerja tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan ekspor yang dipicu oleh kenaikan harga komoditas di pasar dunia dan peningkatan aliran modal spekulatif (Mari Pangestu, 2008), Tetapi pergerakan tersebut masih dibayangi permasalahan yang timbul akibat masalah globalisasi ekonomi misalnya lemahnya dolar AS, dan Indonesia tidak akan lepas dari siklus ekonomi tersebut.


Kelemahan

Korupsi Lemahkan Kekuatan Ekonomi Indonesia
Korupsi merupakan kejahatan yang berdampak bagi kestabilan ekonomi suatu negara. Indonesia sendiri merupakan negara dengan tingkat ekonomi terbesar kedua setelah Philipina di Asia. Sedangkan pelaku korupsi di Indonesia merupakan aktor politik yang seharusnya memperjuangkan kepentingan rakyat.

Abdullah menjelaskan bahwa perilaku korupsi dilakukan oleh para politisi Indonesia yang membuat tujuan dari Indonesia saat ini belum bisa tercapai. "Hal ini disebabkan politisi tersebut hanya bertujuan kepada partai politiknya saja, sehingga tujuan dari negara kita yang sudah diatur dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang mengatakan bahwa tujuan negara kita adalah kesejahteraan, cerdas, rasa aman, damai, dan tentram itu semakin hari semakin jauh saja," jelasnya.

Hehamahua yang juga aktifis Muhammadiyah di PCIM Malaysia ini menuturkan bahwa, korupsi akan membuat kestabilan ekonomi kita akan semakin terpuruk melihat persaingan global saat ini. "Jika korupsi semakin merajalela akan membuat banyaknya hutang luar negeri yang tidak bisa kita bayar, selain itu kemiskinan di Indonesia juga tidak akan pernah usai, dan juga banyaknya perusahaan asing yang menguasai perekonomian kita," tuturnya.

Selain itu, menghadapi pemilu 2014 kita harus benar-benar kritis memilh para pelaku politik tersebut. "Hanya ada di Indonesia, seorang anggota aktif Dewan Perwakilan Rakyat ditangkap KPK karena kasus korupsi. Sehingga menjadi pekerjaan kita untuk benar-benar selektif dalam memilih karena saat ini partai-partai yang dianggap bersih dari korupsi pun melakukan kejahatan yang merugikan negara ini," imbuhnya.


Kesempatan

Indonesia perlu untuk lebih menfokuskan kepada fiskal stimulus. Kalau faktor pertumbuhan dari ekspor akan turun, maka kita konsentrasi sumber pertumbuhan ke dalam negeri dan mendorong dorong realisasi investasi. Untuk itu perlu langkah untuk menguasai investasi dan ekspor, dan mengurangi ketergantungan pada impor.


Ancaman dalam menghadapi tantangan global

Pelemahan dolar AS dan gejolak pasar uang diperkirakan kembali menjadi kendala pertumbuhan ekonomi global termasuk ekonomi Indonesia tahun ini. Beberapa risiko tersebut akan menurunkan pendapatan ekspor dan masuknya modal bagi negara berkembang ke dalam negeri. Selain itu, juga mengurangi nilai dolar AS yang diinvestasikan di luar negeri.

Secara spesifik, Bank Dunia memprediksi pertumbuhan di Asia Pasifik dan Timur akan melambat dalam dua tahun kedepan. Jika tahun 2008 hanya 9,7 persen, tahun 2009 turun menjadi 9,6 persen. Angka ini melambat dibanding tahun 2007 yang 10 persen, dengan pertumbuhan tercepat adalah China yang mencapai 11 persen.

Pemerintah tengah mempersiapkan langkah pengamanan APBN 2008 dan menjaga stabilitas perekonomian Indonesia dari krisis di AS tersebut. Oleh karena itu Indonesia langkah-langkah startegis dan cepat dalam menghadapi resiko yang terjadi di belahan ekonomi dunia itu, maka Anton Gunawan (2008), Ada empat masalah serius yang dihadapi siklus ekonomi Indonesia ditahun 2008, yaitu:

Masalah pertama, adalah terjadinya tekanan inflasi yang lebih tinggi, disebabkan terbatasnya suplai, tingginya harga kebutuhan pokok dan harga energi, seperti gas, minyak dan energi lainnya. Hal ini dibuktikan kenaikan harga BBM yang tidak bersubsidi akan membawa dampak negatif terhadap kinerja sektor manufaktur yang tumbuh hanya 7% dibandingkan dengan pertumbuhan pada masa sebelum krisis ekonomi.

Masalah kedua, adalah turunnya produksi minyak dan ditambah dengan meningkatnya kebutuhan BBM bersubsidi. Kedua hal ini akan memperberat posisi fiscal pemerintah.

Masalah ketiga, adalah krisis listrik yang serius, yang sama halnya krisis listrik tahun 2007. Krisis ini terjadi akibat lambatnya pembangunan pembangkit listrik baru yang diperkirakan sebagian besar baru akan siap pada tahun 2010.

Kendala keempat, lemahnya nilai nominal mata uang, namun terjadi penguatan pada nilai rillnya seiring dengan membaiknya aktifitas ekonomi dan tingginya harga minyak di tahun depan.

Masalah dan kendala diatas akan berdampak kepada memburuknya posisi fiskal sebagai akibat daripada langkah yang diambil pemerintah untuk menaikan harga BBM bersubsidi dan harga listrik. Ini akan berkibat kepada naiknya inflasi dan Importing Inflation akibat kenaikan harga-harga komoditas di pasar dunia dan menuju kebijaksaan finansial yang ketat sehingga akan mengganggu pertumbuhan ekonomi.

Dampak yang lebih besar terutama di sektor finansial seperti halnya tahun 2007 dimana terjadinya tight money policy, sehingga ekspor kita pada masa itu akan mengalami kendala.


Kesimpulan

Pemulihan ekonomi Indonesia setelah lepas dari krisis ekonomi tahun 2007, ekonomi Indonesia sudah mulai bergerak mengarah kemajuan. etapi pergerakan tersebut masih dibayangi permasalahan yang timbul akibat masalah globalisasi ekonomi misalnya lemahnya dolar AS, dan Indonesia tidak akan lepas dari siklus ekonomi tersebut.

Sumber                :














Tidak ada komentar:

Poskan Komentar