Rabu, 01 Oktober 2014

TUGAS 2 Pemeriksaan Akuntansi 1

Tugas 2 Pemeriksaan Akuntansi 1


Nama : Mutiara Hikmah Hardiyanti

Kelas : 3EB24

NPM : 25212186



"PEMERIKSAAN LAPORAN KEUANGAN"


Pengertian Auditing

Menurut (Sukrisno Agoes, 2004), Auditing adalah "Suatu pemeriksaan yang dilakukan secara kritis dan sistematis oleh pihak yang independen, terhadap laporan keuangan yang telah disusun oleh manajemen beserta catatan-catatan pembukuan dan bukti-bukti pendukungnya, dengan tujuan untuk dapat memberikan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan tersebut".

Beberapa hal penting dari definisi di atas :

1. Yang diperiksa adalah Laporan keuangan 

Laporan keuangan yang di susun oleh manajemen beserta catatan-catatan pembukuan dan bukti-bukti pendukungnya.

Laporan Keuangan yang harus diperiksa terdiri dari :
  • Neraca
  • Laporan L/R
  • Perubahan Modal
  • Arus Kas
  • Catatan atas laporan keuangan
Catatan-catatan pembukuan : 
  • Buku besar
  • Buku pembantu
  • Buku harian
Bukti-bukti pendukung :
  • Bukti catatan kas
  • Jurnal Voucher
  • Faktur penjualan
Dokumen lain yang diperiksa :
  • Notulen rapat direksi dan pemegang saham
  • Perjanjian kredit 
  • Akte pendirian
  • Kontrak
  • Dan lain-lain

2. Pemeriksaan dilakukan secara kritis dan sistematis

Dalam melakukan pemeriksaan, akuntan publik berpedoman pada SPAP (di Amerika GAAS).

Agar Pemeriksaan dapat dilakukan secara kritis, pemeriksaan harus dipimpin oleh seorang yang bergelar akuntan dan mempunyai ijin praktek sebagai akuntan publik dari Menteri Keuangan. 

Sedangkan agar pemeriksaan dapat dilakukan secara sistematis, akuntan publik harus merencanakan pemeriksaannya sebelum proses pemeriksaan dimulai dengan membuat AUDIT PLAN yang memuat kapan pemeriksaan dimulai, berapa lama, kapan laporan harus selesai, berapa orang staf yang di tugaskan, masalah-masalah yang diperkirakan akan dihadapi di bidang auditing, akuntansi dan perpajakan. 

3. Pemeriksaan dilakukan oleh pihak yang Independen, yaitu akuntan publik

Independen berarti tidak mempunyai kepentingan tertentu di perusahaan tersebut. Misal sebagai pemegang saham, direksi.

Akuntan publik harus independen karena sebagai orang kepercayaan masyarakat, harus bekerja secara objektif, tidak memihak dan melaporkan apa adanya.

4. Tujuan Pemeriksaan Akuntan 

Tujuan Pemeriksaan Akuntan adalah untuk dapat memberikan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan yang diperiksa. 

Laporan Keuangan yang wajar adalah yang disusun berdasarkan PABU (di Indonesia: SAK, di Amerika: GAAP), diterapkan secara konsiste, dan tidak mengandung kesalahan yang material.

Akuntan publik tidak menyatakan bahwa laporan keuangan tersebut benar, karena pemeriksaannya dilakukan secara sampling, sehingga mungkin saja terdapat kesalahan dalam laporan keuangan tetapi jumlahnya tidak material sehingga tidak mempengaruhi kewajaran laporan keuangan secara keseluruhan.


Apa itu Akuntan Publik dan apa itu KAP ?

Menurut UU No. 5 Tahun 2011 : 

"Akuntan Publik adalah seseorang yang telah memperoleh izin untuk memberikan jasa sebagimana diatur dalam Undang-Undang ini (UU No.5 tahun 2011 tentang Akuntan Publik)."

  • Akuntan Publik itu adalah sebutan untuk seseorang (bukan sekelompok orang atau organisasi).
  • Akuntan Publik itu memberikan jasa (layanan pekerjaan) Asurans.
  • Akuntan Publik itu memperoleh ijin resmi.

Menurut UU NO. 5 2011 :

"Kantor Akuntan Publik, yang selanjutnya disingkat menjadi KAP, adalah badan usaha yang didirikan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan dan mendapatkan izin usaha berdasarkan Undang-Undang ini."

Dari definisi di atas, bisa dilihat bahwa Kantor Akuntan Publik (KAP) itu :
  • Badan Usaha 
  • Didirikan oleh Akuntan Publik
  • Memberikan Jasa Asurans
  • Menggunakan nama pendirinya 
  • Memperoleh ijin usaha


Hierarki Akuntan Publik (Jenjang Profesi)





Tugas Kantor Akuntan Publik (KAP)

  1. Mengaudit
  2. Jasa Pajak
  3. Jasa Konsultasi Manajemen
  4. Jasa Akuntan dan Banking 

Prinsip Etika 

  1. Integritas : harus adil dan berterus terang dalam menjalankan praktiknya.
  2. Objektivitas : tidak berpihak di satu sisi
  3. Kompetensi Profesional dan Kecermatan 
  4. Kerahasiaan
  5. Perilaku Profesional 
Tujuan Umum Audit 

Untuk menyatakan pendapat atas kewajaran laporan keuangan. 

Asersi : Pernyataan manajemen yang terkandung di dalam komponen laporan keuangan.

Asersi manajemen dapat di klasifikasikan sebagai berikut :
  1. Keberadaan atau keterjadian (Exsistence or Occurrence)
  2. Kelengkapan (Completeness)
  3. Hak & Kewajiban (Right & Obligation)
  4. Penilaian (Valuation) atau alokasi.
  5. Penyajian & pengungkapan (Presentation & Disclosure)


























Minggu, 28 September 2014

TUGAS 2 SOFTSKILL BAHASA INDONESIA 2

TUGAS 2 

Softskill Bahasa Indonesia 2

Nama  : Mutiara Hikmah Hardiyanti

Kelas   : 3EB24

NPM   : 25212186



Artikel Paragraf Deduktif & Induktif Beserta Penjelasan !


Tentang Korea dan Sejarah Singkatnya

Kalimat Deduktif

         Nama asli Negara korea adalah Daehan Min’Guk dengan luas wilayah 98.400 km² dan jumlah penduduk sebanyak 48.289.037 jiwa. Bentuk Negara republic dengan kepala Negara Presiden, kepala pemerintahan perdana menteri, dan system pemerintahan presidensial terpusat. Sejarah awal Korea berkisar di sekitar kerajaan kuno Choson yang muncul sekitar 2.300 tahun sebelum Masehi. Pada sekitar abad ke-2 sebelum Masehi, bangsa Cina mendirikan koloni di daerah kerajaan tersebut. 

          Namun, lima abad kemudian, bangsa Korea mengusir mereka keluar. Sejak itu, muncul sebuah kerajaan, yaitu kerajaan Silla. Kerajaan Silla (668 – 935) membawa puncak ilmu pengetahuan dan budaya yang besar. Akibat adanya kerusuhan yang terjadi di dalam negeri pada abad ke 10, dinasti Silla jatuh dan digantikan oleh dinasti Koryo. Selama periode kepemimpinan dinasti Koryo (935 – 1392), Korea mengalami banyak serbuan. Tentara Mongol yang dipimpin oleh Genghis Khan menyerbu dan akhirnya menguasai Korea sehingga Korea menjadi bagian kekaisaran Mongol.

            Setelah runtuhnya Mongol pada akhir abad ke-14, berbagai golongan bangsawan dan militer berusaha memegang kekuasaan di Korea . Akhirnya, seorang jenderal yang bernama Yi Sung-Gy menghilangkan pemerintahan yang korup dan mendirikan dinasti Yi (1392 – 1910). 

            Pada tahun 1945, di akhir perang dunia II, tentara Uni Soviet menduduki bagian utara Korea sedangkan tentara Amerika di bagian selatan. Setelah membuat suatu perjanjian, Korea dibagi sejajar dengan garis lintang 38˚. Pada bagian selatan berdirilah Republik Korea , sedangkan di daerah utara didirikan Republik Demokratik Rakyat Komunis. Pada tanggal 25 Juni 1950, tentara Korea Utara menyerang Korea Selatan dalam upaya menyatukan Korea dibawah kekuasaan komunis. Korea Utara yang memakai persenjataan yang disediakan oleh Uni Soviet menang atas Korea Selatan. Akan tetapi, atas bantuan PBB, Korea Selatan diselamatkan atas kekalahan dan pertempuran pun diakhiri dengan gencatan senjata pada bulan Juli 1953. Sejak saat itu, berbagai perundingan yang dilakukan untuk menyatukan Korea selalu gagal.

Analisa : 
Artikel di atas menjelaskan tentang kebudayaan dan sejarah Korea Selatan. Dikatakan kalimat deduktif karena kalimat utama berada diawal paragraf dan dilengkapi dengan kalimat penjelas dan berpola umum ke khusus. Pernyataan yang bersifat khusus itu bisa berupa penjelasan, rincian, contoh-contoh, atau bukti-buktinya. Karena paragraf itu dikembangkan dari pernyataan umum dengan mengemukakan pernyataan-pernyataan khusus, dapatlah dikatakan bahwa penalaran paragraf deduktif itu berjalan dari umum ke khusus.

Sumber : 


Kalimat Induktif

Kebudayaan Indonesia

           Indonesia juga bisa disebut dengan Negara budaya karena di Indonesia kaya akan berbagai  budaya-budaya yang beraneka ragam, disetiap daerah di Indonesia pasti mempunyai budaya tersendiri.
           Tidak Cuma budaya yang ada di Indonesia. Indonesia juga terkenal dengan Adat Istiadatnya, dan disetiap adat pasti ada yang namanya hukum adat, seperti halnya UUD yang menjadi dasar hukum rakyat Indonesia dan itu tertulis, sedangkan hukum adat tidak tertulis, hukum sebagai bentuk peraturan-peraturan yang mengandung norma dan etika didalam kebudayaan atau kebiasaan di lingkungan masyarakat. Apabila Masyarakat melanggar hukum adat yang sudah ditetapkan, maka ada sangsi bagi yang melanggarnya.

          Selain itu di Indonesia juga memiliki kebudayaan seperti Upacara adat. Banyak sekali bentuk upacara adat yang dilaksanakan suku-suku di Indonesia. Seperti Upacara Kasada (Suku Tengger), Lompat Batu Nias, Grebeg Suro (Surakarta), Kenduren (Jawa), Ngaben (Bali), dan masih banyak lagi. Dengan adanya upacara adat ini semakin menambah aneka ragam kebudayaan Indonesia.

Analisa : 
Artikel dan kalimat di atas menjelaskan tentang keanekaragam budaya yang ada di Indonesia salah satunya upacara adat. Dikatakan kalimat induktif karena menjelaskan kalimat penjelas terlebih dahulu lalu ditarik kesimpulan berupa kalimat umum.

Sumber :



TUGAS 1 SOFTSKILL BAHASA INDONESIA 2

TUGAS 1
Softskill Bahasa Indonesia 2

Nama  : Mutiara Hikmah Hardiyanti
Kelas   : 3EB24
NPM   : 25212186


Pengertian Kalimat Deduktif dan Induktif

Kalimat Deduktif adalah Kalimat utama yang berada di awal paragraf atau kalimat deduktif merupakan paragraf yang kalimat utamanya berada di awal kalimat. Diawali dengan kalimat umum kemudian dikembangkan dengan kalimat penjelas.

Sedangkan Kalimat Induktif adalah Paragraf yang kalimat utamanya berada di akhir kalimat dan berpola dari khusus ke umum. Jika Kalimat atau Paragraf Induktif diawali dengan kalimat penjelas dan ditarik kesimpulan berupa kalimat umum.


TUGAS Pemeriksaan Akuntansi 1

PEMERIKSAAN AKUNTANSI 1

Nama   : Mutiara Hikmah Hardiyanti
Kelas   : 3EB24
NPM     : 25212186


   "AUDIT"
Pemeriksaan Laporan Keuangan


PENGERTIAN AUDIT

Audit adalah Mengevaluasi dan mengumpulkan bukti informasi dengan kriteria yang telah ditetapkan oleh orang yang kompeten dan independen. 
Dalam mengevaluasi informasi terdiri dari Objektif (Laporan Keuangan) dan Subjektif (Sistem, Laporan Lisan).


BUKTI-BUKTI AUDIT
  • Kesaksian lisan (pihak klien)
  • Komunikasi tertulis dengan pihak luar
  • Observasi oleh Auditor
  • Data elektronik dan data lain tentang transaksi 




TUJUAN AUDIT 

Tujuan Audit adalah Mengurangi Resiko Informasi. 

SEBAB-SEBAB SETIAP RESIKO INFORMASI
  1. Jauhnya Informasi
  2. Bias dan motif pihak penyedia
  3. Data yang sangat banyak
  4. Transaksi pertukaran yang kompleks
CARA MENGURANGI RESIKO INFORMASI
  • User memverivikasi informasi
  • Pengguna berbagai resiko informasi dengan manajemen
  • Tersedianya laporan keuangan yang telah di audit

JASA ASSURANCE


Jasa Profesional Independen yang meningkatkan kualitas informasi bagi para pengambil keputusan.

Jasa yang disediakan :
  1. Jasa Asestasi
    Dimana KAP mengeluarkan laporan yang reabilitas untuk pihak lain. Dibagi menjadi 5 kategori :
  • Audit atas laporan keuangan 
  • Atesi mengenai pengendalian internal atas pelaporan keuangan
  • Review laporan keuangan 
  • Jasa atestasi mengenai teknologi informasi 
  • Jasa asestasi lain yang dapat diterapkan pada berbagai permasalahan

JASA NON ASSURANCE
  1. Jasa Akuntansi dan Pembukuan
  2. Jasa Pajak
  3. Jasa Konsultasi manajmen
  4. Audit lingkungan 
  5. Penilaian resiko kecurangan dan tindak ilegal
JENIS JENIS AUDIT

Pengauditan dapat dibagi dalam beberapa jenis. Pembagian ini dimaksudkan untuk menentukan tujuan atau sasaran yang ingin dicapai dengan adanya pengauditan tersebut. Dibawah ini akan dipaparkan beberapa jenis audit menurut ahli :
Menurut (Sukrisno Agoes, 2004), ditinjau dari luasnya pemeriksaan, maka jenis-jenis audit dapat dibedakan atas:
  1. Pemeriksaan Umum (General Audit), yaitu suatu pemeriksaan umum atas laporan keuangan yang dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) yang independen dengan maksud untuk memberikan opini mengenai kewajaran laporan keuangan secara keseluruhan.
  2. Pemeriksaan Khusus (Special Audit), yaitu suatu bentuk pemeriksaan yang hanya terbatas pada permintaan auditee yang dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) dengan memberikan opini terhadap bagian dari laporan keuangan yang diaudit, misalnya pemeriksaan terhadap penerimaan kas perusahaan.

Masih menurut sumber yang sama, menurut (Sukrisno Agoes , 2004), ditinjau dari jenis pemeriksaan maka jenis - jenis audit dapat dibedakan atas:

Audit Operasional (Management Audit), yaitu suatu pemeriksaan terhadap kegiatan operasi suatu perusahaan, termasuk kebijakan akuntansi dan kebijakan operasional yang telah ditetapkan oleh manajemen dengan maksud untuk mengetahui apakah kegiatan operasi telah dilakukan secara efektif, efisien dan ekonomis.

·         Mengevaluasi efisiensi dan efektivitas oprasional organisasi
·         Contoh  : Audit Oprasional Gaji
·         Informasi : Jumlah catatan gaji yang di proses perbulan
·         Kriteria : Standar Perusahaan Dept. Penggajian
·     Bukti-bukti : Laporan kesalahan, catatan gaji dan biaya pemrosesan gaji. 

Pemeriksaan Ketaatan (Complience Audit), yaitu suatu pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui apakah perusahaan telah mentaati peraturan-peraturan dan kebijakan-kebijakan yang berlaku, baik yang ditetapkan oleh pihak intern perusahaan maupun pihak ekstern perusahaan.


·         Contoh : Perusahaan memperpanjang pinjaman di Bank
·         Informasi : Catatan Perusahaan
·         Kriteria : Ketentuan Perjanjian Pinjaman
·         Bukti : Laporan Keuangan dan Perhitungan Auditor


Pemeriksaan Intern (Internal Audit), yaitu pemeriksaan yang dilakukan oleh bagian internal audit perusahaan yang mencakup laporan keuangan dan catatan akuntansi perusahaan yang bersangkutan serta ketaatan terhadap kebijakan manajemen yang telah ditentukan.

Audit Komputer (Computer Audit), yaitu pemeriksaan yang dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) terhadap perusahaan yang melakukan proses data akuntansi dengan menggunakan sistem Elektronic Data Processing (EDP).



Jumat, 04 Juli 2014

TUGAS Bahasa Indonesia KERANGKA KARANGAN

TUGAS Bahasa Indonesia KERANGKA KARANGAN


Nama          : Mutiara Hikmah Hardiyanti
NPM           : 25212186
Kelas          : 2EB24


"KERANGKA KARANGAN"


Topik                         :   Pajak Pertambahan Nilai
Judul                          :   Evaluasi Perhitungan, Pencatatan, Pelaporan PPN PT.X
Tujuan                       :    Mengetahui penerapan perhitungan, penyetoran dan pelaporan Pajak                              Pertambahan Nilai di PT.X
Rumusan Masalah    :   Bagaimana PT. X menerapkan perhitungan, penyetoran dan                                                   pelaporan Pajak Pertambahan Nilai ?
Aspek yang diteliti     :
a.               Dasar Pengenaan Pajak
b.               Tariff PPN
c.               Mekanisme Pengkreditan  PPN
d.              Faktur Pajak dan Ketentuan Faktur Pajak
Metode Penelitian      : Studi Pustaka dan Analisis Deskriptif.
Literatur                      : 
                                    Dhos Maria Ginting (2011) “Evaluasi Perhitungan, Penyetoran,                                      Dan Pelaporan Pajak Pertambahan Nilai PT. Jebsen & Jessen                                             Business Services Indonesia”
                                    Tait (1972 : 2) : “Pajak Pertambahan Nilai”
Aaron (1965, 181) : “Pajak Pertambahan Nilai”
                                    www.wikipedia.com
http://www.pajak.go.id/

Minggu, 11 Mei 2014

TULISAN 2 SOFTSKILL Aspek Hukum dalam Ekonomi

Tulisan 2 Softskill Aspek Hukum dalam Ekonomi



Nama   : Mutiara Hikmah Hardiyanti
NPM    : 25212186
Kelas   : 2EB24



"Cita-cita setelah Lulus"


Tulisan selanjutnya ..

Di Tulisan kedua softskill aspek hukum dalam ekonomi kali ini saya akan menulis mengenai "Cita-cita setelah Lulus" kuliah. Impian awal saya adalah ingin menjadi translator dan psikolog, itu sebelum masuk di universitas sekarang ini. Karena awalnya saya berharap dapat melanjutkan pendidikan di Universitas Negeri hehe. 

Di Universitas dimana saya berkuliah saat ini saya mengambil fakultas ekonomi jurusan akuntansi, sebenernya saya sampai sekarang masih belum mengerti dengan jurusan yang saya ambil saat ini, tapi saya akan terus selalu berusaha. Dalam jurusan yang saya ambil cita-cita saya ingin menjadi auditor atau akuntan. Tapi saya lebih memilih mejadi auditor karena kita bisa melalukan audit atau memeriksa penyimpangan keuangan dalam suatu perusahaan atau organisasi. Jika tidak menjadi diantara keduanya saya akan tetap melakukan yang terbaik dan tetap ingin menjadi orang sukses dibidang atau pekerjaan yang lain. 



Sekian ^^ 
















Senin, 05 Mei 2014

Tugas Bahasa Indonesia – Perkenalan Diri


Nama  : Mutiara Hikmah Hardiyanti
Kelas  : 2EB24
NPM  : 25212186


Tugas Bahasa Indonesia – Perkenalan Diri


Hi, Nama saya Mutiara Hikmah Hardiyanti lahir di Jakarta, 14 January 1994 anak kedua dari dua bersaudara. Lulusan SDN, SMP & SMA swasta. Saya memiliki seorang kakak perempuan yang memiliki hobi yang sama yaitu tertarik dengan korea terutama dalam hal drama, variety show dan kpop. Saya mulai tertarik sejak duduk dibangku SD sampai sekarang. Saya memiliki kelemahan yaitu manja, cengeng, mudah down, penakut, cukup sulit untuk beradaptasi dengan lingkungan baru dan belum bisa menjadi anak mandiri meskipun begitu saya ingin berusaha menjadi yang terbaik. Kelebihan saya ? Mungkin ini lebih pada keinginan hehe ingin selalu memberikan kenyamanan untuk orang disekitar (entah dengan cara apa) dan ingin selalu berusaha keras walaupun banyaknya pesaing.

Saat ini saya berkuliah di Universitas yang dalam hidup saya tidak pernah berpikir untuk menuntut ilmu di kampus tersebut yaitu Univ. Gunadarma (saat ini saya sudah semester 4), karena impian awal saya adalah ingin menjadi translator karena hobi saya yang senang mempelajari bahasa asing yaitu bahasa korea (walaupun sampai sekarang masih dalam tahap belajar) dan selain itu ingin menjadi psikolog. Tetapi karena keinginan orangtua saya untuk mengambil jurusan ekonomi akhirnya saya memilihnya dan memilih kampus tersebut karena lokasinya tidak jauh dari rumah hehe bukan karena mereka tidak mendukung impian saya, meskipun begitu sampai saat ini saya masih diizinkan untuk belajar dan mengikuti les bahasa korea walaupun saat ini sedang istirahat dulu karena kesibukan dikampus.

Tetapi meskipun saya tidak kuliah di Universitas Negeri dan tidak mengambil jurusan sesuai keinginan, saya tidak harus menyesalinya (meskipun ada perasaan kecewa) tetapi saya percaya Tuhan punya rencana lain untuk saya. Tujuan hidup saya adalah bisa membuat bangga dan bahagia kedua orangtua saya dengan menjadi orang yang sukses. Sebagai anak saya senang terlahir dan bisa menjadi bagian dari keluarga ini, saya senang dan saya bangga. Bagi saya mereka luas biasa dan merupakan orang-orang yang paling special dalam hidup saya. Love u ~ Sekian Terimakasih Bye ^^