Minggu, 23 Desember 2012

TUGAS 4 ARTIKEL PENGANTAR BISNIS


TUGAS ARTIKEL Pengantar Bisnis


Nama : Mutiara Hikmah Hardiyanti
Kelas  : 1EB17
NPM  : 25212186

Artikel 1
Mengembangkan dan Menentukan Harga Produk dan Jasa


Salah satu hal yang paling menantang bagi anda selaku marketing professional atau pengusaha adalah memberikan harga yang tepat untuk produk anda. Seringkali seseorang tidak memiliki strategi yang nyata dalam menentukan harga produk atau memahami nilai yang diterima yang dapat diciptakan oleh harga.

Ketika mempertimbangkan bagaimana menentukan harga sebuah prioduk, ada sejumlah metode untuk menentukan harga awalnya. Yang paling populer adalah zero sum pricing dan competitive pricing. Mereka yang menjual harganya dengan metode zero sum biasanya memulai pada nol, menambahkan semua biaya termasuk manufaktur, overhead, dsb, ditambah beberapa jenis margin untuk mencapai harga awal. Margin yang digunakan dalam kalkulasi ini berdasarkan norma-norma industri atau margin yang sudah ada untuk produk serupa.

Competitive pricing adalah metode dimana anda mengevaluasi produk yang dijual kompetitor dan harganya. Jika produk atau jasa anda serupa atau sama, anda ingin memberikan harga yang sama untuk area yang sama. Jika produk anda berbeda, anda akan menyesuaikan harga atas atau bawah berdasarkan fitur, benefit, dan nilai yang diberikan.

Model lainnya disebut dengan premium pricing, yang digunakan ketika menentukan harga kompetitif. Perusahaan seperti Cadillac menggunakan premium pricing. Metode ini mengenakan‘top dollar’ untuk produk yang lebih baik atau bermutu. Contoh lainnya adalah Rolex. Tidak menunjukkan waktu yang lebih baik daripada Seiko namun harganya sangat tinggi.

Ketika anda menentukan metode penentuan harga, langkah berikutnya adalah mengembangkan opsi multiple pricing . Seringkali terjadi, perusahaan berhenti pada pemilihan metode penentuan harga. Para profesional marketing tahu bahwa satu-satunya jalan untuk mengoptimalkakn harga adalah melalui harga bertingkat dan pengujian.

Banyak individu yang memberikan harga produknya hanya dengan perkiraan. Pembicaraan biasanya berlangsung seperti ini, “Berapa seharusnya saya memberikan harga?” “Saya tidak tahu, apakah kompetitor X mengenakan $39.95? Kalau begitu kita jual $34.95 sehingga produk kita bisa laku”. 90% harga produk diluar sana ditentukan demikan.

Metode ini bisa digunakan jika setelah anda mengevaluasi biaya dan dapat memberikan harga yang lebih rendah. Namun, dengan opsi penentuan harga memungkinkan anda mengenakan harga yang lebih tinggi dan rendah atas produk yang diberikan dibandingkan dengan kompetitor anda.

Sebagai ilustrasi opsi penentuan harga, kita gunakan contoh yang populer, restoran fast food. Fast food menetapkan harga yang bertingkat sepanjang waktu . Apakah anda memilih single hamburger, double hamburger, atau triple? minuman berukuran kecil, sedang atau medium? Tidak dapat dilepaskan dari industri, apakah produk atau jasa, anda harus memberikan opsi bagi konsumen.

Sejumlah klien saya mengatakan bahwa mereka tidak dapat menawarkan penentuan harga yang demikian. Saat saya tanya kenapa, jawabannya bahwa produk mereka satu ukuran. Jika kasusnya demikian, tentukan bagaimana anda dapat menawarkan kenaikan produk.

Dapat disimpulkan, Para profesional marketing tahu bahwa satu-satunya jalan untuk mengoptimalkakn harga adalah melalui harga bertingkat dan pengujian. Saat mengembangkan strategi penentuan harga, pahami biaya langsung dan variabel yang terkait dengan produk anda, lingkungan yang kompetitif, dan ragam kebutuhan segmen market. Kemudian anda dapat mengembangkan strategi penentuan harga yang bagus. Pilihlah strategi yang anda yakini sesuai dengan pasar anda dan uji,uji, uji. Pastikan menawarkan harga bertingkat untuk memberikan pilihan bagi prosepek anda dan mengoptimalkan harga anda.



 Artikel 2


 “Menampilkan Perilaku Etis dan Tanggung Jawab Sosial”


Etika lebih dari legalitas : legalitas dapat diartikan lebih sempit. Legalitas merujuk pada hukum yang telah kita tulis untuk melindungi diri kita dari penipuan , pencurian, dan kekerasan.

  • Standart etis merupakan fundamental
Etika (etics) sebagai standar periaku bermoral, yaitu perilaku yang diterima oleh masyarakat sebagai benar versus salah.

  • Etika dimulai dari kita masing-masing


Tujuan dari mengambil keputusan etis yang kita lihat yaitu menunjukkan kepada kita bahwa pentingnya selalu ingat pada etika tiap kali anda membuat etika dan setiap kali kita berbisnis. Dan perlunya kita memikirkan segala konsekuensi yang ada. Tidak ada solusi yang mudah pada dilema etis. Individu dan perusahaan yang mengembangkan kode etika yang kuat.

v     Mengelola bisnis secara etis dan bertanggung jawab : etika adalah sesuatu yang ditangkap dan bukan dikatakan. Yang dimaksud adalah orang yang memiliki standar dan nilai mereka dari mengamati apa yang diamati orang lain, bukan dari mendengarkan apa yang mereka katakan.

v     Menetapkan standart etis korporat
Kode etika yang ada sangat bervariasi, kode etika dapat diklasifikasikan menjadi dua kategori utama :

a)      Kode etika berbasis kepatuhan (compliance-based ethics) menekan pencegahan perilaku yang melanggar hukum dengan meningkatkan kontrol dengan memberikan sanksi kepada yang melanggar.
b)      Kode etika berbasis integritas (integrity-based ethics codes) mengidentifikasikan nilai-nilai panduan organisasi, menciptakan sebuah lingkungan yang secara etis mendukung perilaku yang baik dan menekan akuntanbilitas bersama antar karyawan.

Dapat disimpulkan untuk mengelola atau menjalankan suatu bisnis kita harus memiliki kode etik yaitu untuk menekan pencegahan perilaku yang melanggar hukum dengan meningkatkan kontrol dengan memberikan sanksi kepada yang melanggar. Dan harus bertanggung jawab pada kode etik yang telah kita buat dan perlunya kita memikirkan segala konsekuensi yang ada. Tidak ada solusi yang mudah pada dilema etis. Individu dan perusahaan yang mengembangkan kode etika yang kuat.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar