Minggu, 28 September 2014

TUGAS 2 SOFTSKILL BAHASA INDONESIA 2

TUGAS 2 

Softskill Bahasa Indonesia 2

Nama  : Mutiara Hikmah Hardiyanti

Kelas   : 3EB24

NPM   : 25212186



Artikel Paragraf Deduktif & Induktif Beserta Penjelasan !


Tentang Korea dan Sejarah Singkatnya

Kalimat Deduktif

         Nama asli Negara korea adalah Daehan Min’Guk dengan luas wilayah 98.400 km² dan jumlah penduduk sebanyak 48.289.037 jiwa. Bentuk Negara republic dengan kepala Negara Presiden, kepala pemerintahan perdana menteri, dan system pemerintahan presidensial terpusat. Sejarah awal Korea berkisar di sekitar kerajaan kuno Choson yang muncul sekitar 2.300 tahun sebelum Masehi. Pada sekitar abad ke-2 sebelum Masehi, bangsa Cina mendirikan koloni di daerah kerajaan tersebut. 

          Namun, lima abad kemudian, bangsa Korea mengusir mereka keluar. Sejak itu, muncul sebuah kerajaan, yaitu kerajaan Silla. Kerajaan Silla (668 – 935) membawa puncak ilmu pengetahuan dan budaya yang besar. Akibat adanya kerusuhan yang terjadi di dalam negeri pada abad ke 10, dinasti Silla jatuh dan digantikan oleh dinasti Koryo. Selama periode kepemimpinan dinasti Koryo (935 – 1392), Korea mengalami banyak serbuan. Tentara Mongol yang dipimpin oleh Genghis Khan menyerbu dan akhirnya menguasai Korea sehingga Korea menjadi bagian kekaisaran Mongol.

            Setelah runtuhnya Mongol pada akhir abad ke-14, berbagai golongan bangsawan dan militer berusaha memegang kekuasaan di Korea . Akhirnya, seorang jenderal yang bernama Yi Sung-Gy menghilangkan pemerintahan yang korup dan mendirikan dinasti Yi (1392 – 1910). 

            Pada tahun 1945, di akhir perang dunia II, tentara Uni Soviet menduduki bagian utara Korea sedangkan tentara Amerika di bagian selatan. Setelah membuat suatu perjanjian, Korea dibagi sejajar dengan garis lintang 38˚. Pada bagian selatan berdirilah Republik Korea , sedangkan di daerah utara didirikan Republik Demokratik Rakyat Komunis. Pada tanggal 25 Juni 1950, tentara Korea Utara menyerang Korea Selatan dalam upaya menyatukan Korea dibawah kekuasaan komunis. Korea Utara yang memakai persenjataan yang disediakan oleh Uni Soviet menang atas Korea Selatan. Akan tetapi, atas bantuan PBB, Korea Selatan diselamatkan atas kekalahan dan pertempuran pun diakhiri dengan gencatan senjata pada bulan Juli 1953. Sejak saat itu, berbagai perundingan yang dilakukan untuk menyatukan Korea selalu gagal.

Analisa : 
Artikel di atas menjelaskan tentang kebudayaan dan sejarah Korea Selatan. Dikatakan kalimat deduktif karena kalimat utama berada diawal paragraf dan dilengkapi dengan kalimat penjelas dan berpola umum ke khusus. Pernyataan yang bersifat khusus itu bisa berupa penjelasan, rincian, contoh-contoh, atau bukti-buktinya. Karena paragraf itu dikembangkan dari pernyataan umum dengan mengemukakan pernyataan-pernyataan khusus, dapatlah dikatakan bahwa penalaran paragraf deduktif itu berjalan dari umum ke khusus.

Sumber : 


Kalimat Induktif

Kebudayaan Indonesia

           Indonesia juga bisa disebut dengan Negara budaya karena di Indonesia kaya akan berbagai  budaya-budaya yang beraneka ragam, disetiap daerah di Indonesia pasti mempunyai budaya tersendiri.
           Tidak Cuma budaya yang ada di Indonesia. Indonesia juga terkenal dengan Adat Istiadatnya, dan disetiap adat pasti ada yang namanya hukum adat, seperti halnya UUD yang menjadi dasar hukum rakyat Indonesia dan itu tertulis, sedangkan hukum adat tidak tertulis, hukum sebagai bentuk peraturan-peraturan yang mengandung norma dan etika didalam kebudayaan atau kebiasaan di lingkungan masyarakat. Apabila Masyarakat melanggar hukum adat yang sudah ditetapkan, maka ada sangsi bagi yang melanggarnya.

          Selain itu di Indonesia juga memiliki kebudayaan seperti Upacara adat. Banyak sekali bentuk upacara adat yang dilaksanakan suku-suku di Indonesia. Seperti Upacara Kasada (Suku Tengger), Lompat Batu Nias, Grebeg Suro (Surakarta), Kenduren (Jawa), Ngaben (Bali), dan masih banyak lagi. Dengan adanya upacara adat ini semakin menambah aneka ragam kebudayaan Indonesia.

Analisa : 
Artikel dan kalimat di atas menjelaskan tentang keanekaragam budaya yang ada di Indonesia salah satunya upacara adat. Dikatakan kalimat induktif karena menjelaskan kalimat penjelas terlebih dahulu lalu ditarik kesimpulan berupa kalimat umum.

Sumber :



TUGAS 1 SOFTSKILL BAHASA INDONESIA 2

TUGAS 1
Softskill Bahasa Indonesia 2

Nama  : Mutiara Hikmah Hardiyanti
Kelas   : 3EB24
NPM   : 25212186


Pengertian Kalimat Deduktif dan Induktif

Kalimat Deduktif adalah Kalimat utama yang berada di awal paragraf atau kalimat deduktif merupakan paragraf yang kalimat utamanya berada di awal kalimat. Diawali dengan kalimat umum kemudian dikembangkan dengan kalimat penjelas.

Sedangkan Kalimat Induktif adalah Paragraf yang kalimat utamanya berada di akhir kalimat dan berpola dari khusus ke umum. Jika Kalimat atau Paragraf Induktif diawali dengan kalimat penjelas dan ditarik kesimpulan berupa kalimat umum.


TUGAS Pemeriksaan Akuntansi 1

PEMERIKSAAN AKUNTANSI 1

Nama   : Mutiara Hikmah Hardiyanti
Kelas   : 3EB24
NPM     : 25212186


   "AUDIT"
Pemeriksaan Laporan Keuangan


PENGERTIAN AUDIT

Audit adalah Mengevaluasi dan mengumpulkan bukti informasi dengan kriteria yang telah ditetapkan oleh orang yang kompeten dan independen. 
Dalam mengevaluasi informasi terdiri dari Objektif (Laporan Keuangan) dan Subjektif (Sistem, Laporan Lisan).


BUKTI-BUKTI AUDIT
  • Kesaksian lisan (pihak klien)
  • Komunikasi tertulis dengan pihak luar
  • Observasi oleh Auditor
  • Data elektronik dan data lain tentang transaksi 




TUJUAN AUDIT 

Tujuan Audit adalah Mengurangi Resiko Informasi. 

SEBAB-SEBAB SETIAP RESIKO INFORMASI
  1. Jauhnya Informasi
  2. Bias dan motif pihak penyedia
  3. Data yang sangat banyak
  4. Transaksi pertukaran yang kompleks
CARA MENGURANGI RESIKO INFORMASI
  • User memverivikasi informasi
  • Pengguna berbagai resiko informasi dengan manajemen
  • Tersedianya laporan keuangan yang telah di audit

JASA ASSURANCE


Jasa Profesional Independen yang meningkatkan kualitas informasi bagi para pengambil keputusan.

Jasa yang disediakan :
  1. Jasa Asestasi
    Dimana KAP mengeluarkan laporan yang reabilitas untuk pihak lain. Dibagi menjadi 5 kategori :
  • Audit atas laporan keuangan 
  • Atesi mengenai pengendalian internal atas pelaporan keuangan
  • Review laporan keuangan 
  • Jasa atestasi mengenai teknologi informasi 
  • Jasa asestasi lain yang dapat diterapkan pada berbagai permasalahan

JASA NON ASSURANCE
  1. Jasa Akuntansi dan Pembukuan
  2. Jasa Pajak
  3. Jasa Konsultasi manajmen
  4. Audit lingkungan 
  5. Penilaian resiko kecurangan dan tindak ilegal
JENIS JENIS AUDIT

Pengauditan dapat dibagi dalam beberapa jenis. Pembagian ini dimaksudkan untuk menentukan tujuan atau sasaran yang ingin dicapai dengan adanya pengauditan tersebut. Dibawah ini akan dipaparkan beberapa jenis audit menurut ahli :
Menurut (Sukrisno Agoes, 2004), ditinjau dari luasnya pemeriksaan, maka jenis-jenis audit dapat dibedakan atas:
  1. Pemeriksaan Umum (General Audit), yaitu suatu pemeriksaan umum atas laporan keuangan yang dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) yang independen dengan maksud untuk memberikan opini mengenai kewajaran laporan keuangan secara keseluruhan.
  2. Pemeriksaan Khusus (Special Audit), yaitu suatu bentuk pemeriksaan yang hanya terbatas pada permintaan auditee yang dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) dengan memberikan opini terhadap bagian dari laporan keuangan yang diaudit, misalnya pemeriksaan terhadap penerimaan kas perusahaan.

Masih menurut sumber yang sama, menurut (Sukrisno Agoes , 2004), ditinjau dari jenis pemeriksaan maka jenis - jenis audit dapat dibedakan atas:

Audit Operasional (Management Audit), yaitu suatu pemeriksaan terhadap kegiatan operasi suatu perusahaan, termasuk kebijakan akuntansi dan kebijakan operasional yang telah ditetapkan oleh manajemen dengan maksud untuk mengetahui apakah kegiatan operasi telah dilakukan secara efektif, efisien dan ekonomis.

·         Mengevaluasi efisiensi dan efektivitas oprasional organisasi
·         Contoh  : Audit Oprasional Gaji
·         Informasi : Jumlah catatan gaji yang di proses perbulan
·         Kriteria : Standar Perusahaan Dept. Penggajian
·     Bukti-bukti : Laporan kesalahan, catatan gaji dan biaya pemrosesan gaji. 

Pemeriksaan Ketaatan (Complience Audit), yaitu suatu pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui apakah perusahaan telah mentaati peraturan-peraturan dan kebijakan-kebijakan yang berlaku, baik yang ditetapkan oleh pihak intern perusahaan maupun pihak ekstern perusahaan.


·         Contoh : Perusahaan memperpanjang pinjaman di Bank
·         Informasi : Catatan Perusahaan
·         Kriteria : Ketentuan Perjanjian Pinjaman
·         Bukti : Laporan Keuangan dan Perhitungan Auditor


Pemeriksaan Intern (Internal Audit), yaitu pemeriksaan yang dilakukan oleh bagian internal audit perusahaan yang mencakup laporan keuangan dan catatan akuntansi perusahaan yang bersangkutan serta ketaatan terhadap kebijakan manajemen yang telah ditentukan.

Audit Komputer (Computer Audit), yaitu pemeriksaan yang dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) terhadap perusahaan yang melakukan proses data akuntansi dengan menggunakan sistem Elektronic Data Processing (EDP).



Jumat, 04 Juli 2014

TUGAS Bahasa Indonesia KERANGKA KARANGAN

TUGAS Bahasa Indonesia KERANGKA KARANGAN


Nama          : Mutiara Hikmah Hardiyanti
NPM           : 25212186
Kelas          : 2EB24


"KERANGKA KARANGAN"


Topik                         :   Pajak Pertambahan Nilai
Judul                          :   Evaluasi Perhitungan, Pencatatan, Pelaporan PPN PT.X
Tujuan                       :    Mengetahui penerapan perhitungan, penyetoran dan pelaporan Pajak                              Pertambahan Nilai di PT.X
Rumusan Masalah    :   Bagaimana PT. X menerapkan perhitungan, penyetoran dan                                                   pelaporan Pajak Pertambahan Nilai ?
Aspek yang diteliti     :
a.               Dasar Pengenaan Pajak
b.               Tariff PPN
c.               Mekanisme Pengkreditan  PPN
d.              Faktur Pajak dan Ketentuan Faktur Pajak
Metode Penelitian      : Studi Pustaka dan Analisis Deskriptif.
Literatur                      : 
                                    Dhos Maria Ginting (2011) “Evaluasi Perhitungan, Penyetoran,                                      Dan Pelaporan Pajak Pertambahan Nilai PT. Jebsen & Jessen                                             Business Services Indonesia”
                                    Tait (1972 : 2) : “Pajak Pertambahan Nilai”
Aaron (1965, 181) : “Pajak Pertambahan Nilai”
                                    www.wikipedia.com
http://www.pajak.go.id/

Minggu, 11 Mei 2014

TULISAN 2 SOFTSKILL Aspek Hukum dalam Ekonomi

Tulisan 2 Softskill Aspek Hukum dalam Ekonomi



Nama   : Mutiara Hikmah Hardiyanti
NPM    : 25212186
Kelas   : 2EB24



"Cita-cita setelah Lulus"


Tulisan selanjutnya ..

Di Tulisan kedua softskill aspek hukum dalam ekonomi kali ini saya akan menulis mengenai "Cita-cita setelah Lulus" kuliah. Impian awal saya adalah ingin menjadi translator dan psikolog, itu sebelum masuk di universitas sekarang ini. Karena awalnya saya berharap dapat melanjutkan pendidikan di Universitas Negeri hehe. 

Di Universitas dimana saya berkuliah saat ini saya mengambil fakultas ekonomi jurusan akuntansi, sebenernya saya sampai sekarang masih belum mengerti dengan jurusan yang saya ambil saat ini, tapi saya akan terus selalu berusaha. Dalam jurusan yang saya ambil cita-cita saya ingin menjadi auditor atau akuntan. Tapi saya lebih memilih mejadi auditor karena kita bisa melalukan audit atau memeriksa penyimpangan keuangan dalam suatu perusahaan atau organisasi. Jika tidak menjadi diantara keduanya saya akan tetap melakukan yang terbaik dan tetap ingin menjadi orang sukses dibidang atau pekerjaan yang lain. 



Sekian ^^ 
















Senin, 05 Mei 2014

Tugas Bahasa Indonesia – Perkenalan Diri


Nama  : Mutiara Hikmah Hardiyanti
Kelas  : 2EB24
NPM  : 25212186


Tugas Bahasa Indonesia – Perkenalan Diri


Hi, Nama saya Mutiara Hikmah Hardiyanti lahir di Jakarta, 14 January 1994 anak kedua dari dua bersaudara. Lulusan SDN, SMP & SMA swasta. Saya memiliki seorang kakak perempuan yang memiliki hobi yang sama yaitu tertarik dengan korea terutama dalam hal drama, variety show dan kpop. Saya mulai tertarik sejak duduk dibangku SD sampai sekarang. Saya memiliki kelemahan yaitu manja, cengeng, mudah down, penakut, cukup sulit untuk beradaptasi dengan lingkungan baru dan belum bisa menjadi anak mandiri meskipun begitu saya ingin berusaha menjadi yang terbaik. Kelebihan saya ? Mungkin ini lebih pada keinginan hehe ingin selalu memberikan kenyamanan untuk orang disekitar (entah dengan cara apa) dan ingin selalu berusaha keras walaupun banyaknya pesaing.

Saat ini saya berkuliah di Universitas yang dalam hidup saya tidak pernah berpikir untuk menuntut ilmu di kampus tersebut yaitu Univ. Gunadarma (saat ini saya sudah semester 4), karena impian awal saya adalah ingin menjadi translator karena hobi saya yang senang mempelajari bahasa asing yaitu bahasa korea (walaupun sampai sekarang masih dalam tahap belajar) dan selain itu ingin menjadi psikolog. Tetapi karena keinginan orangtua saya untuk mengambil jurusan ekonomi akhirnya saya memilihnya dan memilih kampus tersebut karena lokasinya tidak jauh dari rumah hehe bukan karena mereka tidak mendukung impian saya, meskipun begitu sampai saat ini saya masih diizinkan untuk belajar dan mengikuti les bahasa korea walaupun saat ini sedang istirahat dulu karena kesibukan dikampus.

Tetapi meskipun saya tidak kuliah di Universitas Negeri dan tidak mengambil jurusan sesuai keinginan, saya tidak harus menyesalinya (meskipun ada perasaan kecewa) tetapi saya percaya Tuhan punya rencana lain untuk saya. Tujuan hidup saya adalah bisa membuat bangga dan bahagia kedua orangtua saya dengan menjadi orang yang sukses. Sebagai anak saya senang terlahir dan bisa menjadi bagian dari keluarga ini, saya senang dan saya bangga. Bagi saya mereka luas biasa dan merupakan orang-orang yang paling special dalam hidup saya. Love u ~ Sekian Terimakasih Bye ^^


ARTIKEL BAHASA INDONESIA


Nama  : Mutiara Hikmah Hardiyanti
Kelas  : 2EB24
NPM  : 25212186


Artikel tentang Kebudayaan Indonesia

Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai “kultur” dalam bahasa Indonesia.

“Kebudayaan didefinisikan sebagai keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakannya untuk memahami dan menginterprestasikan lingkungan dan pengalamanya, serta menjadi landasan bagi tingkah-lakunya. Dengan demikian, kebudayaan merupakan serangkaian aturan-aturan, petunjuk-petunjuk, rencana-rencana, dan strategi-strategi yang terdiri atas serangkaian model-model kognitif yang dimiliki oleh manusia, dan digunakannya secara selektif dalam menghadapi lingkungannya sebagaimana terwujud dalam tingkah laku dan tindakan-tindakannya.”

Kebudayaan dapat didefinisikan sebagai suatu keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakannya untuk memahami dan menginterpretasi lingkungan dan pengalamannya, serta menjadi pedoman bagi tingkah lakunya. Suatu kebudayaan merupakan milik bersama anggota suatu masyarakat atau suatu golongan sosial, yang penyebarannya kepada anggota-anggotanya dan pewarisannya kepada generasi berikutnya dilakukan melalui proses belajar dan dengan menggunakan simbol-simbol yang terwujud dalam bentuk yang terucapkan maupun yang tidak (termasuk juga berbagai peralatan yang dibuat oleh manusia). Dengan demikian, setiap anggota masyarakat mempunyai suatu pengetahuan mengenai kebudayaannya tersebut yang dapat tidak sama dengan anggota-anggota lainnya, disebabkan oleh pengalaman dan proses belajar yang berbeda dan karena lingkungan-lingkungan yang mereka hadapi tidak selamanya sama.


Budaya yang Hilang

Lagu Rasa Sayang-sayange diklaim oleh Pemerintah Malaysia

Rasa Sayange atau Rasa Sayang-Sayange adalah lagu daerah yang berasal dari Maluku, Indonesia. Lagu ini merupakan lagu daerah yang selalu dinyanyikan secara turun-temurun sejak dahulu untuk mengungkapkan rasa sayang mereka terhadap lingkungan dan sosialisasi di antara masyarakat Maluku.
Lagu ini digunakan oleh departemen Pariwisata Malaysia untuk mempromosikan kepariwisataan Malaysia, yang dirilis sekitar bulan Oktober 2007. Sementara Menteri Pariwisata Malaysia Adnan Tengku Mansor mengatakan bahwa lagu Rasa Sayange merupakan lagu kepulauan Nusantara (Malay archipelago), Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu bersikeras lagu “Rasa Sayange” adalah milik Indonesia karena ia merupakan lagu rakyat yang telah membudaya di provinsi Maluku sejak leluhur, sehingga klaim Malaysia itu adalah salah.

Bagaimanapun, bukti tersebut akhirnya ditemukan. ‘Rasa Sayange1′ diketahui direkam pertama kali di perusahaan rekaman Lokananta Solo 1962. Pada tanggal 11 November 2007, Menteri Kebudayaan, Kesenian, dan Warisan Budaya Malaysia, Rais Yatim, mengakui bahwa Rasa Sayange adalah milik Indonesia. Namun, ada beberapa sumber yang mengatakan bahwa Malaysia menyebutkan bahwa mereka mengakui bahwa Rasa Sayange adalah milik bersama, maksudnya warisan milik bersama bangsa Melayu, antara Indonesia dan Malaysia.
Tentang bukti rekaman “Rasa Sayange”, bukti lagu tersebut direkam oleh PT Lokananta, Solo, Indonesia pada tanggal 1962 dalam piringan hitam Gramophone. Rekaman master dari piringan ini masih disimpan oleh PT Lokananta. Ini dikenal sebagai rekaman pertama terhadap lagu ini. Piringan hitam tersebut didistribusikan sebagai souvenir kepada partisipan Asian Games ke 4 tahun 1962 di Jakarta, dan lagu “Rasa Sayange” adalah salah satu lagu rakyat Indonesia di piringan tersebut, bersama dengan lagu etnis lain Indonesia seperti Sorak-sorak Bergembira, O Ina ni Keke, dan Sengko Dainang.


Desain Grafis Perak Asli Bali

Rasa terambilnya desain garafis perak asli Bali ini muncul ketika seorang warga bali yang menjual hasil karyanya ke konsumen luar negeri. Namun tanpa diketahui konsumen tersebut malah mematenkan hasil karya tersebut sebagai desain dari luar negeri, sehingga ketika warga Bali ini hendak mengekspor hasil karyanya ternyata dia harus beurusan dengan WTO karena dianggap telah melanggar Trade Related Intellectual Property Rights (TRIPs). Sesungguhnya desain tersebut telah dimiliki dan merupakan warisan dari leluhur masyarakat Bali itu sendiri. Namun ada juga kejadian perebutan hak paten yang terjadi di dalam negeri ini sendiri yang dimana kedua belah pihak telah mematenkan hak ciptanya. Namun salah satu pihak menganggap bahwa karya lainnya merupakan plagiat dari hasil karya yang telah mereka buat.

Tari Reog Ponorogo dengan Tari Barongan Malaysia

Dikisahkan di dalam Asal Usul Reog Ponorogo telah terjadi pertempuran antara Raja Ponorogo dengan Singa Barong penjaga hutan Lodoyo. Pujangga Anom nama raja itu telah membangunkan dan membuat marah singa tersebut, karena mencuri 150 anak macan dari hutan Lodoyo. Anak-anak macan itu rencananya akan dia gunakan sebagai mas kawin pernikahannya dengan seorang puteri dari Raja Kadiri. Pertempuran antara Pujangga Anom dan singa penjaga hutan Lodoyo kemudian tak terelakkan. Kisah itu lalu menjadi legenda pada rakyat Ponorogo dan sekitarnya tentang keberanian dan ketabahan orang-orang Ponorogo dan diwujudkan dalam bentuk tarian Reog.
Dalam tarian Reog para penari bukan saja menampilkan gerakan-gerakan badan yang mempesona namun juga menyertakan suasana magis. Para penari dipercaya berada dalam keadaaan kesurupan meskipun yang sesungguhnya terjadi mereka mendahului tarian Reog dengan ritual puasa dan semedi. Adegan ketika seorang penari memanggul topeng besar berupa kepala singa yang di atasnya dihiasai dengan bulu merak adalah salah satu contoh kuatnya aroma magis tersebut.
Barongan Malaysia tidak seperti itu dan itulah yang membedakan tarian itu dengan Reog dari Ponorogo. Mungkin tema tariannya agak mirip meskipun harus dikatakan antara keduanya terdapat perberbedaan yang jauh. Namun andai pun dianggap mirip, hal itu hanya terletak pada temanya yang mengusung tema singa atau macan. Tema semacam itu juga bisa dijumpai dalam tarian Sisingaan dari Kuningan Jawa Barat dan Barongsai tarian khas Cina. Dan jika dilihat dari filosofinya, Barongan Malaysia cenderung bernuansa keagaamaan (penyebaran Islam) sementara filosofi Reog adalah keberanian dan ketabahan.

Makanan Daerah yang tergantikan oleh makanan dari Luar Negeri

Sekarang ini banyak sekali makanan daerah yang tergantikan terutama didaerah pariwisata. Sebenarnya tidak ada kerugian yang akan dialami oleh negara, namun jika dilihat dari segi lain maka akan merugikan karena para penerus bangsa mendatang mungkin tidak akan tahu apa makanan daerah yang mereka miliki. Penyebab utamanya yaitu adanya investor asing yang ingin memajukan perekonomian daerah pariwisata dengan membangun restoran cepat saji ataupun sejenis kedai junkfood. Masyarakat sekarang ini khususnya anak – anak muda, berpikir makanan daerah sudah ketinggalan jaman sehingga mereka berusaha untuk mengikuti trend yang ada. Semua itu tak lain juga akibat dari globalisasi apalagi sarana dan prasarana telah memadai bahkan terpenuhi.

Analisis

Indonesia merupakan negara yang mempunyai banyak sekali kebudayaan, dan kebudayaan tersebut berbentuk kebudayaan lokal. Budaya asing yang terus masuk tanpa terbengdung ke Indonesia dapat mengikis ataupun melunturkan budaya lokal yang terdapat di Indonesia, melihat fenomena – fenomena yang terjadi tentang kebudayaan di negara kita ini, Indonesia, sudah mulai ke arah yang waspada. Karena kurangnya pelestarian terhadap budaya yang negara kita miliki. Contohnya saja lagu daerah milik Indonesia yang diaku – aku oleh negara tetangga, yaitu Malaysia. Mereka mengaku bahwa lagu tersebut berasal dari negara mereka sendiri. Padahal ada bukti otentik yang menjelaskan bahwa lagu tersebut pertama kali direkam di Indonesia yaitu di daerah Solo, Indonesia. Tidak hanya di sektor lagu saja, banyak hal lain yang diperebutkan oleh negara lain. Seperti contoh lain dari segi makanan, tarian dan sampai Desain Grafis Perak yang dipatenkan oleh negara lain.

Kita sebagai penerus bangsa semestinya lebih peduli terhadap bangsa ini. Peduli terhadap lingkungan, budaya dan yang paling utama kita dapat melestarikannya, Banyak cara atau hal untuk dapat melestarikan budaya dan keanekaragaman dari negeri ini. Salah satu caranya yaitu dengan memperkenalkan kebudayaan negeri ini secara luas agar tidak ada lagi yang mengklaim atau mengaku-aku budaya asli indonesia adalah budaya asli dari negeri lain.

Selain itu ada berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk melestarikan budaya, diantaranya yaitu:
1.      Menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya budaya sebagai jati diri bangsa
2.      Ikut melestarikan budaya dengan cara berpartisipasi dalam pelaksanaannya
3.      Mempelajarinya
4.      Mensosialisasikan kepada orang lain sehingga mereka tertarik untuk ikut menjaga atau melestarikannya



Paragraf Induktif


Pengertian Paragraf Induktif      
   
Paragraf induktif merupakan paragraf yang kalimat utamanya terletak di akhir paragraf.
Paragraf yang diawali dengan kalimat-kalimat penjelas dan diakhiri dengan kalimat utama. Jadi ide pokok berada pada akhir paragraf.

Contoh Paragraf Induktif    :


Dengan berkembangnya teknologi komunikasi melalui televisi, waktu anak-anak membaca buku sangat berkurang. Penelitian di Amerika Serikat menunjukkan bahwa televisi menyala rata-rata selama tujuh seperempat jam setiap hari. Padahal seorang dokter spesialis anak dan pakar peneliti dalam bidang perkembangan anak dari Universitas Harvard, dr. Berry Brazelton, mengemukakan bahwa satu jam merupakan batas menonton maksimal bagi anak-anak usia lima sampai enam tahun. Lebih dari satu jam, tayangan-tayangan televisi menjadi semacam racun yang mereduksi kemampuan daya nalar dan kemampuan berpikir kritis dan ilmiah. Oleh karena itu, hal yang sangat diperlukan dalam membaca buku, selain ketersediaan buku, ialah waktu.