Tampilkan postingan dengan label SOFTSKILL PENGANTAR BISNIS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SOFTSKILL PENGANTAR BISNIS. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 November 2012

TUGAS ARTIKEL PENGANTAR BISNIS


TUGAS ARTIKEL PENGANTAR BISNIS

Nama : Mutiara Hikmah Hardiyanti
Kelas : 1EB17 
NPM : 25212186

Artikel 1 

Upaya Pemerintah Mengatasi Penduduk Miskin   
Di Kota Padang 


Ekonomi yang tumbuh semakin kuat dan disertai kenaikan PDRB per kapita,  belum diikuti oleh persebaran kekayaan pada seluruh penduduk atau masih ada kesenjangan. Kesenjangan itu tercermin pada angka gini ratio, dimana semakin besar gini ratio semakin besar kesenjangan yang ada. Meski ekonomi Kota Padang terus tumbuh, tetapi belum  dapat dinikmati secara merata oleh seluruh penduduk kota. Hal tersebut bisa dilihat dari angka gini ratio Kota Padang yakni sebesar  0,2637 pada tahun 2008 yang berarti masih terjadi ketimpangan distribusi pendapatan. Kesenjangan pendapatan antara kelompok penduduk, salah satunya merefleksikan masih banyaknya penduduk yang hidup dalam kemiskinan. Penduduk miskin adalah penduduk yang pendapatan atau pengeluaran per kapita per bulannya berada di bawah angka garis kemiskinan yang ditetapkan oleh BPS. Jumlah penduduk miskin dihitung oleh BPS dengan menggunakan hasil Survey Sosial Ekonomi Nasional (Susenas).

Untuk keperluan pelaksanaan berbagai program Pemerintah, khususnya penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT), maka pendekatan yang digunakan adalah jumlah rumah tangga miskin dan bukan jumlah penduduk miskin. Jumlah rumah tangga miskin ditetapkan dengan menggunakan 14 (empat belas) kriteria yang ditetapkan pemerintah berdasarkan pendataan yang dilakukan oleh BPS Kota Padang tahun 2006, jumlah Rumah Tangga Miskin (RTM) di Kota Padang berjumlah 38.120 RTM.  Pendataan Sensus Ekonomi tahun 2006 ini dijadikan data dasar (data base) untuk penetapan Rumah Tangga Miskin  yang berhak mendapat Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Kota Padang tahun 2006 , 2007 dan 2008. Namun pada akhir tahun anggaran 2008, BPS Kota Padang melaksanakan PPLS. Dari hasil PPLS dimaksud ternyata jumlah RTM telah berkurang menjadi 29.661 RTM atau turun sebesar 22,19%.

Jumlah Rumah Tangga Miskin di Kota Padang Menurut Kecamatan
Tahun 2006 - 2008
No
Kecamatan
2006
2007
2008
1
Padang Barat
        2.677
        2.677
        2.725
2
Padang Selatan
        3.425
        3.425
        2.800
3
Padang Timur
        3.454
        3.454
        3.581
4
Padang Utara
        2.357
        2.357
        1.748
5
Nanggalo
        1.481
        1.481
        1.230
6
Kuranji
        5.520
        5.520
        3.357
7
Pauh
        2.231
        2.231
        1.683
8
Lubuk Begalung
        6.564
        6.564
      4.473
9
Lubuk Kilangan
        2.010
        2.010
        1.346
10
Koto Tangah
        6.584
        6.584
        5027
11
Bungus Teluk Kabung
        1.817
        1.817
        1.691
Jumlah
38.120
38.120
29.661
         
Dari tabel dapat dilihat, untuk persebaran secara geografis, maka konsentrasi rumah tangga miskin  terbesar terdapat di Kecamatan Koto Tangah, diikuti oleh Lubuk Begalung dan Kuranji. Jumlah rumah tangga miskin di tiga kecamatan tersebut hampir separuh atau mencapai 49 persen dari jumlah rumah tangga miskin di Kota Padang. Melalui program pengentasan kemiskinan, secara bertahap rumah tangga miskin di Kota Padang terus berkurang, sehingga pada tahun 2008 rumah tangga miskin turun menjadi 29.661 RTM atau telah berkurang sebanyak 8.459 RTM atau sebesar 22,19 persen, jika dibandingkan dengan kondisi tahun 2006 dan 2007.

Dapat disimpulkan dalam upaya mengatasi masalah penduduk miskin di Kota Padang, pemerintah telah melakukan berbagai program pengentasan kemiskinan, seperti Bantuan Langsung Tunai, Bantuan Beras Miskin, P2KP, PAMSIMAS, PNPM Mandiri dan program-program lainnya. Program-program tersebut, ada yang dibiayai oleh APBN , APBD Propinsi dan APBD Kab/Kota. Selama tahun 2008 untuk program-program kemiskinan di Kota Padang telah dianggarkan dana lebih kurang Rp.53,8 Milyar, yang tersebar pada beberapa urusan pemerintahan. 




Alokasi Dana Program Pengentasan Kemiskinan 
Di Kota Padang


Artikel 2


Alokasi Dana Program Pengentasan Kemiskinan
Menurut Urusan Pemerintahan di Kota Padang Tahun 2008

No
Bidang / Urusan Pemerintahan
Jumlah Dana (Rp.)
1.
Pendidikan
1.283.865.000
2.
Kesehatan
8.118.401.000
3.
Pekerjaan Umum
6.395.370.000
4
Sosial
595.500.000
5
Tenaga Kerja
397.500.000
6
Pemberdayaan Masyarakat
9.523.429.000
7
Pertanian
5.275.010.000
8
Kelautan dan Perikanan
1.390.400.000
9
Perencanaan Pembangunan
14.423.000.000
10
Perlindungan Perempuan dan Rehabilitas Kesejahteraan Sosial
6.225.640.000
Jumlah
53.882.315.000
          Sumber : Bappeda Kota Padang

Pendapatan Perkapita Penduduk Padang Rp 29,44 Juta

  Padang, (ANTARA) - Pendapatan perkapita berdasarkan harga berlaku penduduk Kota Padang hingga akhir 2010 meningkat menjadi Rp29,44 juta/tahun dari tahun sebelumnya Rp24,93 juta/tahun. 

  'Pendapatan perkapita 2010 naik cukup tinggi dari awal pelaksanaan pembangunan jangka menengah daerah Padang atau pada 2006 yang saat itu masih Rp16,55 juta/tahun,' kata Ketua Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Padang, Ervan Bahar di Padang, Senin.

  Peningkatan pendapatan perkapita tersebut memberi pengaruh besar terhadap peningkatan produc domestic reginal bruto (PDRB) Kota Padang atas dasar harga berlaku menjadi Rp23,793 triliun hingga akhir 2010 dari sebelumnya Rp21,837 triliun pada 2009.

   Pendapatan perkapita tersebut juga mendorong peningkatan PDRB atas dasar harga konstan yang pada 2010 mencapai Rp12,004 triliun dari sebelumnya Rp11,345 triliun pada 2009 sekaligus mendorong tercapaianya pertumbuhan ekonomi 2010 sebesar 5,81% naik dari 5,08% pada 2009.

  Dengan kondisi tersebut, maka perhitungan tingkat ketenagakerjaan di Padang didasarkan kepada jumlah penduduk yang berusia diatas 15 tahun. Dimana pada 2010 jumlah penduduk berusia kerja di daerah ini mencapai 320.696 orang atau 72,30% dari total penduduk 833.562 orang.

  Dari jumlah warga berusia kerja itu yang merupakan angkatan kerja sebanyak 53,21% atau mencapai 320.693 orang dan yang bukan angkatan kerja sebanyak 282.001 jikwa atau 46,79%. Penduduk usia kerja tapi bukan angkatan kerja itu adalah anak sekolah, pengurus rumah tangga dan lainnya, tambahnya.

  Lebih lanjut, dari jumlah warga yang masuk angkatan kerja pada 2010 tersebut maka yang telah bekerja tercatat 270.379 orang atau 84,31%, yang sedang mencari pekerjaan 50.317 orang atau 15,69%. Ia memberi rincian, jumlah angkatan kerja di Padang pada 2010 sebanyak 320.693 orang mengalami penurunan dari tahun 2009 yang tercatat 346.639 orang dan pada 2008 sebanyak 363.763 orang.
 
 Terjadinya penurunan jumlah angkatan kerja dalam tiga tahun terakhir juga diimbangi meningkatnya jumlah warga yang bekerja yakni pada 2008 tercatat 82,83% dari 363.763 orang angkatan kerja. Lalu di 2009 jumlah warga yang bekerja tercatat 84,13% dari 346.639 orang angkatan kerja dan di 2010 warga bekerja naik menjadi 84,31% dari 320.693 orang warga yang masuk angkatan kerja.

   Persentase jumlah warga Padang yang mencari kerja juga menurun dalam tiga tahun terakhir yakni pada 2008 sebanyak 17,17%, 2009 turun menjadi 15,86% dan 2010 kembali ditekan menjadi 15,69%, tambahnya. (antara-sumbar.com). Dapat disimpulkan Peningkatan pendapatan perkapita tersebut memberi pengaruh besar terhadap peningkatan produc domestic reginal bruto (PDRB) Kota Padang.




Selasa, 25 September 2012

TULISAN 1 SOFTSKILL PENGANTAR BISNIS

TULISAN


NAMA                : MUTIARA HIKMAH H.
KELAS               : 1EB17
NPM                   : 25212186
MATA KULIAH : SOFTSKILL PENGANTAR BISNIS


WE CANNOT STOP HERE

  
Jika kalian remaja yang bermimpi menjadi bintang,
bersiaplah untuk mendengar nasihat berharga dari
Direktur Hong Seung Seong.

        Bila berbicara tentang masa survival ditengah puluhan audisi, merasakan pahitnya kegagalan, dan merasa terkatung-katung, cobalah simak kisah dari Hong Seung Seong. Pada tahun 2009, lahir sebuah boyband bernama BEAST yang beranggotakan beberapa remaja yang pernah terkatung-katung. Mereka sempat mendapat cap sebagai boyband "daur ulang" diawal debut, tetapi mereka menghadapinya dengan sabar. Kini mereka menjadi boyband Korea yang dikenal di Asia berkat ketulusan dan kemampuan mereka yang "sudah dipulihkan". Mereka kini telah berada dijajaran boyband ternama, tetapi mereka tetap bermimpi untuk berada dipanggung yang lebih besar dari saat ini.

          Direktur Hong Seung Seong dari Cube Entertainment dikenal dengan reputasinya sebagai pemimpin dengan jiwa kepemimpinan layaknya seorang Ayah. Beliau adalah orang yang menemukan potensi dalam diri sederet bintang seperti BEAST, 4MINUTE, G.NA, JO KWON dari 2AM, SUNYE dari WONDER GIRLS dan RAIN, serta megawasi perjalanan mereka menjadi bintang. Beliau juga memberi mereka nasihat yang syarat dengan harapan dan keberanian supaya mereka tidak gagal dan takut menghadapi tantangan.

      Hong Seung Seong tidak hanya memaparkan impian dan perjuangan para penyanyi Korea dalam menapaki karier mereka, tetapi juga menjelaskan bagaimana caranya untuk bertahan.

Tugas 1 Pengantar Bisnis

TUGAS ARTIKEL Pengantar Bisnis



Nama : Mutiara Hikmah H
Kelas  : 1EB17
NPM  : 25212186
Artikel 1
 Laju Pertumbuhan Perdagangan Kota Bekasi
Kota bekasi ini sebelumnya merupakan sebuah kecamatan dari kabupaten Bekasi yang kemudian berkembang dan ditingkatkan statusnya pada tahun 1982 menjadi kota administratif Bekasi yang saat itu terdiri atas empat kecamatan yaitu kecamatan Bekasi Timur, Bekasi Selatan, Bekasi Barat, dan Bekasi Utara, dan meliputi 18 kelurahan serta 8 desa. Di tahun 1996 kota administratif Bekasi kembali ditingkatkan statusnya menjadi kotamadya dan sekarang  menjadi "kota".
       Pada awalnya perekonomian Bekasi hanya berkembang di sepanjang jalan Ir. H. Juanda yang membujur sepanjang kurang lebih 3 km dari alun-alun kota hingga terminal Bekasi. Di jalan ini terdapat berbagai pusat pertokoan dan perbelanjaan yang dibangun sejak tahun 1978.
Pertumbuhan kawasan perdagangan terus berkembang hingga jalan K.H. Noer Ali (Kalimalang),dapat kita amati di sepanjang jalan ini banyak ruko ruko baru.dan di daerah Kranji, dan Harapan Indah. Beberapa pusat perbelanjaan di kota Bekasi diantaranya Mal Metropolitan, Mega bekasi Hypermal, Bekasi Square, Plaza Pondok Gede, Grand Mall, Bekasi Cyber Park, Bekasi Trade Centre, Carrefour, Giant, lotte mart, dan Hypermart. Dan sampai saat ini pertumbuhan perekonomian bekasi semakin meningkat,di sekitar Jl.Ahmad Yani telah dibangun beberapa apartemen apartemen dan baru -baru saja diresmikan tahun ini.
Selain itu pengembang Summarecon Agung juga berencana membangun kota mandiri Summarecon Bekasi seluas 300 ha di kecamatan Bekasi Utara. Dan dapat disimpulkan bahwa laju perekonomian kota bekasi sangat pesat, dari pertumbuhan kawasan perdagangan sampai dibangunnya bebeapa apartemen.
           
Artikel 2
Laju  Pertumbuhan Kontribusi Pendapatan Kota Bekasi
          Di daerah kab.bekasi tepatnya babelan kota, disana juga dijadikan tempat Pengeboran minyak bumi dan hasilnya pun sangat optimal, walaupun daerah kab.bekasi agak sulit mendapatkan air besih.
Pertumbuhan ekonomi merupakan indikator yang dapat menggambarkan kinerja perekonomian di suatu wilayah. Dari gambar kita dapat melihat laju pertumbuhan ekonomi Kota Bekasi yang terus meningkat pada periode tahun 2004-2006. Kecuali di tahun 2004, pertumbuhan ekonomi Kota Bekasi selalu di atas Jawa Barat dan Indonesia. Pada tahun 2005 dengan 5,65 %, LPE Kota Bekasi sedikit lebih tinggi dari Jawa Barat dan Indonesia dengan 5,62% dan 5,55%. Demikian pula pada tahun 2006 LPE Kota Bekasi yang mencapai 6,07% masih lebih baik dibandingkan Jawa Barat dan Indonesia yang hanya mencapai 6,01% dan 5,48%.
Sedangkan untuk tahun 2004 dengan 5,38% pertumbuhan ekonomi Kota Bekasi lebih tinggi dari Jawa Barat (4,77%) tetapi di bawah LPE Indonesia yang mencapai 5,50%.
Dari kontribusi tersebut dapat kita amati pendapatan daerah dari keberadaan kawasan-kawasan industri di kota ini mampu menjadi mesin pertumbuhan perekonomiannya, dengan menempatkan industri pengolahan sebagai yang utama, diikuti sektor perdagangan, perhotelan, dan restoran. Meskipun sedikit, lahan pertanian yang tersebar di bagian utara kota juga ikut menyumbang terhadap APBD (anggaran pendapatan daerah) kota Bekasi.
Sumber :  http://indrasjy.blogspot.com/2011/11/tugas-artikel-pengantar-bisnis.html